Feed on
Posts
Comments

Nama : Ayu Frianka

NIM : H1410052

Laskar : 20

Pertanyaan terakhir

Namaku Riri, aku saat ini sedang kuliah semester akhir di sebuah universitas negeri. Aku kuliah disebuah jurusan yang cukup favorit, yaitu jurusan Kedokteran. Sebuah jurusan – yang aku yakini – dapat membuat hidupku lebih baik di masa mendatang.

Bukan kehidupan yang hanya untukku, tetapi juga buat keluargaku yang telah susah payah mengumpulkan uang – agar aku dapat meneruskan dan meluluskan kuliahku. Kakakku juga rela untuk tidak menikah tahun ini, karena ia harus menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai tugas akhir dan biaya-biaya laboratoriumku yang cukup tinggi.

Hari ini adalah hari ujian semesteranku. Mata kuliah ini diampu oleh dosen yang cukup unik, dia ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan. “Agar aku bisa dekat dengan mahasiswa.” katanya beberapa waktu lalu.

Satu per satu pertanyaan pun dia lontarkan, kami para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan itu semampu mungkin dalam kertas ujian kami. Ketakutanku terjawab hari ini, 9 pertanyaan yang dilontarkannya lumayan mudah untuk dijawab. Jawaban demi jawaban pun dengan lancar aku tulis di lembar jawabku.

Tinggal pertanyaan ke-10.

“Ini pertanyaan terakhir.” kata dosen itu.

“Coba tuliskan nama ibu tua yang setia membersihkan ruangan ini, bahkan seluruh ruangan di gedung Jurusan ini !” katanya.

Seluruh ruangan pun tersenyum. Mungkin mereka menyangka ini hanya gurauan, jelas pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan mata kuliah yang sedang diujikan kali ini.

“Ini serius !” lanjut Pak Dosen yang sudah agak tua itu dengan tegas. “Kalau tidak tahu mending dikosongkan aja, jangan suka mengarang nama orang !”

Aku tahu ibu tua itu, dia mungkin juga satu-satunya cleaning service di gedung jurusan kedokteran ini. Aku tahu dia, orangnya agak pendek, rambut putih yang selalu digelung, dan ia selalu ramah serta amat sopan dengan mahasiswa-mahasiswa di sini. Ia selalu menundukkan kepalanya saat melewati kerumunan mahasiswa yang sedang nongkrong.

Tapi satu hal yang membuatku konyol.. aku tidak tahu namanya ! dan dengan terpaksa aku memberi jawaban ‘kosong’ pada pertanyaan ke-10 ini.

Ujian pun berakhir, satu per satu lembar jawaban pun dikumpulkan ke tangan dosen itu. Sambil menyodorkan kertas jawaban, aku memberanikan bertanya kepadanya kenapa ia memberi ‘pertanyaan aneh’ itu, serta seberapa pentingkah pertanyaan itu dalam ujian kali ini.

“Justru ini adalah pertanyaan terpenting dalam ujian kali ini” katanya. Beberapa mahasiswa pun ikut memperhatikan ketika dosen itu berbicara.

“Pertanyaan ini memiliki bobot tertinggi dari pada 9 pertanyaan yang lainnya, jika anda tidak mampu menjawabnya, sudah pasti nilai anda hanya C atau D !”

Semua berdecak, aku bertanya kepadanya lagi, “Kenapa Pak ?”

Kata dosen itu sambil tersenyum, “Hanya yang peduli pada orang-orang sekitarnya saja yang pantas jadi dokter.” Ia lalu pergi membawa tumpukan kertas-kertas jawaban ujian itu.

cerita inspiratif

Nama: Ayu Frianka

NIM: H14100052

Laskar: 20

Cerita inspirasi

Tahun lalu saat saya masih duduk di bangku SMA, sekolah saya diundang untuk mengikuti suatu acara di salah satu stasiun televisi swasta yang cukup  terkenal. Acara ini merupakan suatu acara untuk menguji suatu kreatifitas dan kecerdasan siswa SMA.

Sekolah kami pun setuju untuk mengikuti acara tersebut dan mengirim beberapa perwakilan sekolah untuk acara tersebut. Saat itu saya sebagai salah satu anggota osis terpilih untuk menjadi perwakilan tim cerdas cermat pada acara tersebut. Saya dan dua orang lainnya berlatih setiap hari untuk acara tersebut. Untungnya kami hanya di uji tentang pengetahuan umum, jadi kami mudah untuk belajarnya.

Selain kami bertiga, anggota osis lainnya juga disertakan dalam pembuatan yel-yel. Di saat tersebut kreatifitas kami sangat terkuras. Karena ternyata setelah kami tahu lawan sekolah kami adalah sekolah yang cukup terkenal sebagai lawan yang tangguh.

Seminggu penuh kami meluangkan waktu setelah pulang sekolah untuk latihan yel-yel,Tanya jawab antar kami bertiga untuk sesi cerdas cemat dan tim modern dance untuk berlatih koreografi. Lumayan menguras tenaga setelah belajar seharian di kelas, tapi untungnya kami semua mengerjakanya dengan senang hati karena ingin menampilkan yang terbaik.

Hari yang di nanti pun tiba, sekolah kami dengan persiapan yang cukup matang pun telah siap untung beradu dengan sekolah lainya yang cukup tangguh sebagai lawan. Tapi kami tidak takut atau merasa pesimis sedikitpun. Akhirnya pukul 8 pagi kami berangkat hanya dengan mengunakan bis seadanya tanpa ac,dengan pakaian kami juga yang sangat sederhana hanya beberapa polesan make-up di pipi kami,agar tidak terlihat pucat. Sungguh panas udara saat itu dan kami pun semua berkeringat tetapi tetap kompak dan semangat.

Pukul sepuluh kurang,kami pun tiba di studio stasiun tv swasta tersebut. Saat itu lawan dari sekolah lain belum datang, dan kami menghabiskan waktu untuk berlatih tanya jawab juga yang lainnya berlatih yel-yel. Untuk tim modern dance sudah memasuki ruangan persiapan blocking dan lainnya. Setelah 20 menit kami tiba, satu bis yang terlihat cukup mewah pun tiba. Dan setelah bus itu berhenti anak-anak yang didalamnya pun turun. Kami cukup kaget saat melihat penampilan mereka. Mereka terlihat sangat glamour dengan busana seperti itu. Terlihat di wajah kami raut wajah yang mulai berubah menjadi minder. Seperti tampak bahwa tim kami akan kalah dari mereka. Bagaimana tidak,mereka juga membawa perlengkapan yang bagus-bagus dan meriah tentu saja itu akan jadi daya tarik sendiri.

Tepat pukul 11 kami semua di panggil untuk memasuki ruangan. Dan acara pun dimulai. Pertama adalah lomba antar yel-yel. Yel-yel mereka sangat meriah ditambah dengan berbagai pernak-pernik yang dibawa. Tim kami sudah merasa akan kalah pastinya. Setelah mengambil gambar untuk yel-yel dilanjutkan dengan sesi cerdas cermat yang kebetulan itu adalah saatnya penampilan saya juga dua orang teman lainnya. Satu dua pertanyaan kami bisa menjawab kemudian mereka pun menyusul skor kami hingga pertanyaan terakhir dan akhirnya tim kami berhasil memenangkan cerdas cermat tersebut. Ah begitu senangnya kami saat itu bisa mengalahkan tim mereka yang setahu kami cukup tangguh.

Selain itu tim modern dance kami pun menang dari tim lawan. Wah sungguh tidak kami sangka- sangka kami yang begitu amat sedrhana bisa menang dari mereka. Akhirnya kami pun pulang dengan hati senang dan memetik pelajaran bahwa tidak selamanya yang terlihat di luar itu baik akan baik dan indah pula apa yang ada di dalamnya. Selalu optimis dan yakin bahwa kita bisa menunjukan yang terbaik dengan usaha dan doa .